Egie'sWorlD

You Make Me Perfect

“BIASA AJA KALIEE KALO BERFACEBOOK-AN”…

“Hari gini blm punya Facebook?!! Gile aja loe!..” Itu mungkin kalimat yang terlecut dr bibir atau pikiran kita saat kita punya kenalan atau temen yang ga punya akun Facebook. Bahkan lebih parah lagi jika ga kenal situs daring (dalam jaringan) Facebook.. Yup,siapa yang ga kenal Facebook? Situs jejaring sosial yang mulai eksis pada tahun 2006 dan kini telah menembus lebih dari 200 juta pengguna ini memang sungguh fenomenal. Dari Mahasiswa, Profesionalis, ibu rumah tangga, bahkan, anak SD pun sudah kenal Facebook dan jadi pengguna aktif. Gw sendiri merupakan salah satu pengguna aktif jejaring sosial yang satu ini πŸ˜€

Awalnya, gw ga paham apa itu Facebook. Gw ikut nimbrung juga karena terpengaruh kawan yang punya akun di jejaring tersebut. Dari sekedar coba2 gw pun akhirnya tertarik dan sering update status, upload foto, cari kawan baru dan mengomentari status kawan. Sempat juga kecanduan dengan Facebook meski ga akut. Jika dalam satu hari aja gw ga buka akun, perasaan gw langsung resah. “Eh, dia bikin status apa ya?”, “duh, ada yang coment status gw ga ya?”, bahkan yang paling parah, “ih, moment bagus nich, sayang ah kl ga diupload “.. Jlebbb… Begitu seterusnya sampe hal2 yang ga penting pun gw jadiin status.

Orang yang sudah kecanduan Facebook biasanya bisa berjam-jam didepan monitor hanya untuk memantau atau mengomentari status terbaru dari temen-temennya..
Kita bisa dibuat lupa akan rutinitas kita terhadap hal-hal lain. Bahkan cenderung kita menjadi mahkluk asosial. Lho??? Seharusnnya Facebook merupakan sarana umum untuk kita bersosial dengan teman-teman kita yang jauh disana. Namun pada kenyataannya, kita lebih sering memanfaatkannya sebagai media bernarsis diri. Kita menjadi kurang sensitif terhadap lingkungan di sekitar kita.

Tapi ga semua, banyak juga fal positifnya, semisal : sebagai tempat ekspresi protes terhadap permasalahan yang ada seperti penggalangan dana dan dukungan untuk Ibu Prita yang bermasalah dengan RS OMNI INT’L, atau juga sebagai wadah tempat berkumpulnya para penghobi kegiatan. Dan jika ingin lebih luas lagi, Facebook menjadi sarana Demo Revolusi di Tunisia dan Mesir. Facebook mampu membentuk opini publik dan memobilisasi publik. Heuheu.. Sok tau dech gw..

Di tulisan gw kali ini bukan mo ngeresein atau mengejelek-jelekin entang orang yang Facebook-an dan bikin status-status ga jelas. Itu bukan urusan gw. Itu hak mereka sebagai pengguna akun pribadi mereka. Disini gw hanya ingin mengungkap fakta bahwa terkadang, tanpa kita sadari orang2 yang menjadi teman di Facebook kita, tak begitu suka dengan apa-apa yang kita kerjakan.

Ada beberapa hal bagi para pengguna facebook yang memiliki teman di Facebook terasa membosankan dan tak disukai. Antara lain:

1. Bikin status yang berkesan sok bijak.
Memang betul terkadang orang senang jika ada teman yang memberi kata-kata bijak dalam statusnya. Terasa sangat menginspirasi. Tapi, bila keseringan dan terus menerus, apa ngga akan menimbulkan pertanyaan: “nich orang bijak banget omongannya apa karena emang dia bijak atau hanya sekedar copas (copy-paste)? Untuk apa? Biar dibilang Mr/Ms.Wise? Hey dude, ga semua orang suka dengan ke-sok bijak-an kita! Ke-sok bijak-an di status yang kita buat terkadang jadi monoton dan membosankan!

2. mengumpat di setiap status.
Mengumpat di Facebook terkadang mampu melepaskan ketegangan otak kita. Seolah-olah ada beban yang lepas dari hati kita saat kata-kata umpatan tersalurkan. Namun apa iya harus di setiap status? Setiap hari? Setiap saat? Pasti ada yang salah dengan pola pikir seperti itu. Lagi pula, Kenapa juga sich harus mengumpat-ngumpat di Facebook? Biar dianggap galak? Sadis? Or, preman? Apalagi kalau umpatannya dah menjurus SARA. Hadeuuhhh… Langsung aja klik ‘block this user’

3. Juragan Jempol..
Nah, yang satu ini terkadang memang sangat menjengkelkan. Status orang selalu di’like’ Semuanya, entah itu temen cewe or temen cowo, selalu dilike sama ‘juragan Jempol’ maksudnya apa? Biar dilihat sebagai orang yang perhatian? Plis dech ah!. Terkadang banyak orang hanya ingin membuat status tanpa berharap ingin dilike atau dikomentari.

4. Mendadak romantis..
Semua orang tau puisi itu indah.. Apalagi yang romantis, so sweet (Meniru sebuah iklan).. Namun kalo keseringan bikin puisi-puisi romantis apa ga terasa membual namanya. Atau biar dianggap pria atau cewe romantis? Hidup bukan hanya terdiri dari bunga mawar dan sinar mentari!. Bagi gw Romantisme itu keegoisan seseorang terhadap dirinya sendiri dan orang yang dicintainya. That’s it. Romantisme hanya terdiri dari ‘aku’ dan ‘kau’. Tak ada ‘kita’ ‘mereka’ ‘kami’. Yup, gw akui gw bukan tipe orang yang suka puisi berbentuk romantis. Menurut gw, puisi romantis itu lebih banyak sisi menjemukan, puisi yang dibuat tanpa makna.

Itulah menurut gw beberapa hal yang menurut gw perlu kita hindari saat berFacebook ria.

Selamat beraktivitas πŸ™‚

Sumber: MetroNews.com

Follow me on twitter: @Egie_Lho
I’ll follow you back πŸ™‚

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: