Egie'sWorlD

You Make Me Perfect

Adam

Gw baru aja selesai nonton film yng berjudul Adam. Keren… Kisah tentang seorang penderita sindrom Asperger dan seorang wanita penulis buku anak. Seru juga sich, Karena menampilkan kisah cinta yang ‘ga umum’. Cewe cantik dan terpelajar dengan penderita Asperger? Sori, gw ga bermaksud diskriminatif, gw justru ingin ‘membedah’ makna dari film tersebut..Alkisah.
Adam merupakan seorang karyawan pada perusahaan mainan anak-anak di kota Wildwood, Manhattan. Dia bekerja di bagian tehnisi elektronik. Adam merupakan penderita sindrom asperger, yaitu, seseorang yang masuk dikategorikan sebagai penderita autis.. Sibuk dengan dunianya sendiri, terlalu fokus dalam bercerita tentang apa2 yang dia tau, dan kurang sensitif terhadap kepekaan sosial semisal kurang memahami candaan, guyonan, maupun canda satir or sindiran. Itulah beberapa contoh penderita Asperger.

Suatu hari, selang beberapa hari kematian ayahnya, dia mendapat tetangga baru di apartemennya. Namanya Beth, gadis cantik penulis cerita anak. Awal perkenalannya dengan Adam, Beth merasa ada yang lain atau unik. Penggugup, terlalu serius dan penggila astronomi. Beth menganggap itu sesuatu ‘keganjilan’ prilaku seorang tetangga. Gimana engga? Saat Beth pulang mengajar disebuah TK, Beth bersapaan dengan Adam di tangga depan apartemen, alih-alih menawarkan bantuan mengangkat barang bawaan Beth yang berat, walau hanya sekedar basa-basi,eh, Adam justru sibuk dengan mengamati dunia astronominya di laptop. Ga memperhatikan apalagi ngebantuin sama sekali..

Karena persaingan usaha yang semakin keras, Adam dipecat oleh perusahaan dgn alasan pemangkasan ongkos biaya produksi. Adam begitu terpukul, apalagi dia dipaksa menjual apartemennya oleh bankir untuk menutupi cicilan kredit. Beth, disaat yang sama juga mengalami masalah. Ayahnya seorang akuntan terjerat masalah hukum dan terancam dipenjara.
Merasa memiliki teman, Beth akhirnya curhat dengan Adam. Dan disitulah timbul benih-benih cinta di hati Beth.. Hmmm… Tarik nafas bentar ya, coz it so sweet banget…

Setelah beberapa kali pertemuan dan ngedate, akhirnya mereka berdua jadian… Cieeee..
Beth tanpa malu memacari Adam yang autis. Justru dia merasa ‘special’ karena Adam mampu menjaga komitmen yang diminta Beth. Ada percakapan saat mereka mau jadian:
Beth: “aku pernah diselingkuhi pacarku. Jadi agar ini berjalan kita lakukan secara perlahan”
Adam: “tak ada sex”
Beth: “ya”
Adam: “cium”
Beth: “ya/boleh.!”
Adam: “pegang tangan.”
Beth: “ya. Tanpa sex. Tak apa-apa, khan’?!”
Adam: “ya.”.

Oh, so sweet….

Dalam kehidupan yang baru Adam banyak memperoleh pelajaran, oh bukan, tapi membimbing bagaimana bersosial dengan lingkungan dan bagaimana menghadapi orang. Disisi lain Beth juga mendapat pelajaran tentang mencintai dengan tulus. Beth juga mengajari Adam bagaimana bersikap saat menghadapi pewawancara kerja, bagaimana bersalaman, berbicara dan bertatap muka.

Bukan film drama namanya kalau tanpa konflik percintaan. Puncaknya saat Adam mengetahui bahwa pertemuan mendadak mereka di sebuah pertunjukan Broadway dengan orang tua Beth ternyata sudah diatur oleh ayah Beth dan Beth sendiri. Well, merasa dibohongi, Adam akhirnya memutuskan Beth…
Beth sedih, terlebih lagi Adam menyinggung ayahnya yang tersandung masalah hukum. Dirumah ayahnya, yang sudah menjadi terdakwa dan menghadapi tuntutan penjara, Beth coba merenung dan mencari jawaban atas apa yang seharusnya diperbuat. Apakah dia harus meninggalkan Adam? Padahal hatinya mengatakan bahwa dia mencintainya.
Sementara itu, Adam, yang juga bersedih, mendapat nasihat dari sahabat ayahnya yang mengatakan “kau akan bertemu banyak pembohong dalam hidup ini. Pria harus belajar membedakan pembohong biasa dan pembohong yang pantas dicintai.”
Adam, menyadari bahwa Beth berbohong demi kebaikan bersama, akhirnya menyusul Beth ke rumah orang tuanya berbekal alamat yang dititipkan melalui pesan di telepon oleh ibunya Beth.

Saat mereka bertemu, Adam mengungkapkan penyesalan atas apa yang terjadi. Disitu, Adam juga mengatakan bahwa dia diterima kerja di Planetarium, California, dan ingin mengajak Beth untuk tinggal bersamanya. Merasa Beth masih mencintai Adam, Beth memilih untuk ikut Adam yang diterima kerja Di Flinttridge, California. dan meninggalkan pilihan untuk tinggal bersama orangtuanya (Ibunya). Sayang, meski pada awalnya Beth mau ikut namun akhirnya Beth menolak ikut karena alasan niat Adam memintanya ingin bersama hanya karena agar ada yang mengurus dan menjaga dia.. Hmmm…. Not happy ending? Yess. Mereka berpisah.

Di tempat kerja Adam yang baru (Planetarium), disebuah dataran tinggi, Adam yang menjadi Guide sudah mampu berkomunikasi dengan orang lain dengan baik. Dia mampu mengatur emosi. Dia sudah lebih mudah bagaimana cara besosialisasi dengan orang sekitar..
Suatu siang Adam mendapat kiriman paket sebuah buku dari Beth. Sebuah buku yang dulu pernah dijanjikan Beth untuk ditulis, kisah musang di taman kota.. Adam merasa terharu karena ternyata Beth masih mencintainya.

HmMm… Agak datar ya, gw nyeritainnya? Hehhe..
Okehh.. Inti dari film ini adalah bagaimana kita mencintai orang lain dengan tulus tanpa memandang status sosial, siapa dia, atau bagaimana dia. Penderita Sindrom Asperger dengan segala perbedaannya juga merupakan manusia yang berhak dan harus dicintai seperti yang lainnya.
Disini, gw rasa, Beth belajar bagaimana mencintai. Meski akhir film ini tak menggambarkan bagaimana kelanjutan hubungan mereka namun bagi gw cukup jelas, Beth masih mencintainya..

Note foot:
Adam di produksi tahun 2009
Adam Cast List
Hugh Dancy – ‘Adam’
Rose Byrne – ‘Beth Buchwald’
Peter Gallagher – ‘Marty Buchwald’
Amy Irving – ‘Rebecca Buchwald’
Mark Linn-Baker – ‘Mr Klieber’
Frankie Faison – ‘Harlan’
Haviland Morris – ‘Lyra’
Adam LeFevre – ‘Mr Wardlow’
Mike Hodge – ‘Judge’
Peter O’Hara – ‘Williams’
John Rothman – ‘Beranbaum

Crew List

Directed By: Max Mayer
Screenplay By: Max Mayer
Producers: Leslie Urdang, Miranda De Pencier and Dean Vanech
Executive Producers: Dan Revers and Christina Weiss Lurie
Cinematographer: Seamus Tierney
Editor: Grant Myers
Production Designer: Tamar Gadish

Theatrical Release Date: July 29, 2009
Genres: Drama, Romance, Comedy
Running Time: 99 minutes

Peraih penghargaan ‘Sundance Award’

Sumber: http://www.screenhead.com/reviews/sundance-award-winner-adam-one-sheet/

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: