Egie'sWorlD

You Make Me Perfect

Thohawiyah

Sebelumnya, gw mo mengatakan bahwa tulisan gw tentang Thohawiyah ini BUKAN merupakan tulisan gw. Gw hanya menshare kembali Thohawiyah ini berdasarkan akun twitter @ainunnajib yng terangkum dalam kumpulan kultwit di: http://kultuit.tumblr.com/post/2775978780/thwy-aqidah-thohawiyah-oleh-ainunnajib

Gw disini hanya mengedit dalam hal penataan visual aja, artinya, hanya membuat agar bentuknya terlihat seperti tulisan-tulisan umumnya dalam sebuah blog.. Hehhe.. Copas, ya? Jujur gw akui, Ya! Dan juga, ada sedikit ‘pemolesan’, namun tetap berusaha tanpa mengurangi isi dari kulwit itu…
Okehh… Silakan membaca ya..Bismillahirrohmanirrohim. Kultwit tentang Aqidah Thohawiyah … Bear in mind I’m a mere translator, not really knowledgable in this 🙂

Aqidah Thohawiyah adalah rumusan aqidah (belief, keyakinan) Islam yang ringkas dan komprehensif oleh Imam Abu Ja’far at-Thohawy. Imam at-Thohawy termasuk Salafus Sholih, generasi 3 kurun pertama Islam dan beliau merupakan ‘alim, murid (tidak langsung) dari 4 Imam. Keluarga beliau merupakan kalangan ulama’ madzhab Syafi’i. Paman beliau Ismail bin Yahya Muzni adalah salah satu murid besar Imam Syafi’i. Bahkan ibu beliau sendiri pun seorang ‘alim madzhab Syafi’i. Jd ingat fitnah bhw Islam mengekang wanita dari aktualisasi diri 🙂

Namun, menariknya,Imam at-Thohawy memilih bermadzhab Hanafi. Era beliau memang masanya 4 Imam atau murid2nya. Beliau belajar dr semua. Imam Hafidz (gelar penghafal ratusan ribu hadits) adz-Dzahaby dlm kitabnya Siyarul A’lam an Nubala menyebut beliau seorang Imam,’Alim, Hafidz (hafal ratusan ribu hadits) besar, Muhaddits (pakar ilmu hadits) dan Faqih (pakar ilmu fiqh) nya negeri Mesir.

Itu tadi sekilas tentang beliau, untuk menunjukkan bahwa semestinya beliau diterima semua aliran saat ini baik yg Salafy maupun Madzhaby

Dalam pembukaan kitab ini, disebutkan Imam Thohawy berkata:…”Ini adalah penjelasan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah”, kata beliau.

Seperti yg kita tahu, aqidah ASWJ adalah yang mainstream.
0A. Tauhid (monotheism) [kepada] Allah ta’ala (God the Most High, Tuhan Maha Tinggi).
Ini bab pertama, tentang Tauhid.

Poin 1- Kami katakan dalam Tauhid kpd Allah, yakin dengan Taufiq (pertolongan petunjuk) Allah: Sesungguhnya Tuhan itu Satu, tiada sekutu (partner, yang setara) bagiNya.

Poin 2- Dan tiada sesuatu apapun yang seperti/menyerupai-Nya.

Pada Poin 1&2 tadi terlihat beda kita dengan Kristen dan Hindu.

Poin 3- Tiada sesuatu apapun yang [dapat] melemahkan/mengalahkan/mengungguli Nya.
Poin 3 tadi beda kita dengan Yahudi: Tuhan bisa kalah gulat dengan manusia.Juga dgn teologi sebagian Kristen: Iblis bertarung dengan Tuhan.

Poin 4- Dan tidak ada ilah (objek penyembahan) selain Nya.

Disini beda kita dengan konsep avatar dlm Hindu.
Dlm Hindu Tuhan itu satu (Rama, Sang Hyang) namun avatar (titisan, jelmaan) Tuhan ada banyak dan mereka sembah avatar2 itu. Kebetulan td pagi di bus ketemu temen kantor orang India yg Hindu. Ngobrol soal tuhan-tuhannya mereka. Lakshmi: urusan bisnis. Saraswati: urusan pengetahuan, dsb banyak sekali yg mereka sembah. Katanya sih Tuhan itu satu, yg mereka sembah itu jelmaan-jelmaan.
Konsep avatar Hindu ini bertentangan dengan konsep Tauhid dlm Islam, (poin 2 &4 di kultwit thohawiyah ini. Kita menyebutnya syirik (penyekutuan Tuhan)

Poin 5- [Tuhan itu] Qodim (Maha Dahulu/Awal) tanpa permulaan, kekal abadi tanpa akhir.

Poin 6- [Tuhan itu] tidak [akan] hancur/rusak dan tidak [akan] habis/usai/berakhir.

Poin 7- Dan tidak [akan] terjadi/tercipta (exist) kecuali apa-apa yang Dia (Tuhan) kehendaki.

Poin 8- Imajinasi takkan bisa menggapaiNya, pemahaman [manusia] takkan bisa menjangkauNya.

Poin 9- Dan Dia [Tuhan] tidak serupa dengan makhluk (ciptaanNya).

Poin 9 ini menegasikan Anthropomorphism
Anthropomorphism adalah konsep menyerupakan Tuhan dengan manusia/makhluk. Seperti di (sebagian) Kristen dan Yahudi, Tuhan digambarkan laksana lelaki tua berjanggut. Misalnya lukisan karya Michaelangelo.
Lukisan Michaelangelo di Sistine Chapel (kapel, gereja) di Italia menggambarkan Tuhan mencipta Adam. Gambar
Terlihat di lukisan itu Tuhan sebagai lelaki tua berjanggut putih. Penyerupaan Tuhan dengan bentuk tubuh makhluk dalam Islam disebut Tasybih. Aliran (sesat) yg menyerupakan ini disebut Musyabbihah. Dibayangkan oleh mereka Tuhan memiliki tangan,kaki,mata,..duduk di kursi. Teman2 dari aliran Salafy mesti berhati2 terjerumus Tasybih ini. Salafy mengambil makna literal ayat2 sifat Allah: tangan Allah, mata Allah, kaki, betis, wajah, duduk, turun dsb. Kalau tdk hati2 bisa terjerumus Tasybih/Anthropomorphism. Aliran Asy’ari lebih aman. Aliran Asy’ari menyikapi ayat2 spt: tangan Allah wajah, mata, dsb dimulai dengan menafikkan teori Allah memiliki bagian tubuh, lalu memberikan 2 pilihan:
1) Berdiam diri dan menyerahkan maknanya kepada Allah (Tafwidh).
2) Menafsirkan maknanya (Ta’wil).
Misalnya mentakwilkan ‘tangan Allah’ dengan kekuasaanNya. ‘Wajah Allah’ dgn keagungan/rahmatNya. ‘Mata Allah’ dgn pengawasanNya. Salafy tidak setuju dengan takwil ini. Mereka punya argumen & dalil juga. Saya pribadi dapati ini pembahasan yang rumit dan sulit. Karena itu saya pribadi dapati Asy’ari lebih aman dan mudah difahami oleh awam seperti saya. Aman dari bahaya Tasybih dan Tajsim. Wallahu a’lam, saya tidak bermaksud bahwa Salafy keliru aqidahnya; bahkan saya sampai skrg blm bisa faham konsep Salafy atas ini.
Saya hanya mengajak teman2 Salafy utk cek ulang dan hati2, apakah aman dari bahaya Anthropomorphism (Tasybih & Tajsim). Mantapkan.

Saya pribadi mencukupkan dengan konsep aqidah Asy’ari,yg setahu saya memang mainstream dlm Islam (mayoritas di dunia). Tahu Sifat 20?

Sifat 20 adalah rangkuman sifat-sifat Allah yg disusun oleh Imam Asy’ari. Mayoritas dari kita tentu tahu/pernah belajar ini.
[Tuhan itu bersifat] Hidup tidak [pernah, akan] mati.
[Tuhan itu] Qoyyum (independent dan semua yg lain dependent kepadaNya) tidak [pernah, akan] tidur.
[Tuhan itu] Mencipta tanpa ada kebutuhan [untuk mencipta].
[Tuhan itu] Memberi rizqi (menyediakan kebutuhan makhlukNya) tanpa upaya/susah-payah.
[Tuhan itu] Mematikan [makhlukNya] tanpa rasa takut.
[Tuhan itu] Membangkitkan kembali [makhlukNya dari kematian] tanpa kesulitan/susah-payah.
Tidaklah sirna sifat2Nya dahulu sblm [penciptaan] makhluk,tdklah bertambah satupun sifat yang belum ada padaNya setelah makhluk tercipta.
Poin tadi menunjukkan bahwa Allah tidak pernah/akan berubah. Sifat2Nya senantiasa tetap. Sebelum & sesudah eksistensi ciptaanNya.
Sifat2 Allah tetap, tdk berkurang ataupun bertambah. Misalnya, Allah itu ‘sudah’ Maha Mencipta sekalipun ‘belum’ mencipta makhluk. Contoh lain, Allah itu Maha Membangkitkan kembali (dari kematian), sekalipun Hari Kebangkitan (kiamat) belum terjadi. Berlandaskan prinsip ketetapan Sifat Allah ini, ulama’ menyimpulkan bahwa Allah tidak menempati ruang. Karena ruang itu ciptaanNya. Apabila Allah menempati ruang, berarti terjadi perubahan (perpindahan) dari sebelumnya tdk menempati ruang (sblm ruang tercipta). Kita tahu dari Fisika modern bahwa ruang itu semula tidak ada, it all started with a Big Bang. Ledakan kosmik, ruang mengembang. Dan efek ledakan ini terus berlanjut, ruang terus menerus mengembang, jarak antar galaksi makin menjauh. Semua alam dari nihil. Maha Suci Allah dari sifat menempati ruang,itu adalah sifatnya makhluk.Karenanya teman2 yg meyakini Allah ‘di langit’ mesti hati2. Yang meyakini Allah ‘di langit’ musti hati2, harus disertai dgn keyakinan bhw Allah tdk menempati ruang. Saya pribadi sih ndak bisa. Sesuatu yg menempati ruang berarti memiliki volume. Yg memiliki volume, bisa diukur besarnya. Maha Suci Allah dari yg sedemikian. Alhasil, saya tidak bisa menyambungkan konsep ‘berada di langit’ dengan kewajiban ‘tidak menempati ruang’. Wallahu a’lam. Dan sebagaimana Tuhan wujud dgn sifat2Nya di sblm waktu,Dia abadi tetap sedemikian.

Bukanlah hanya setelah menciptakan makhluk, Tuhan bernama Sang Pencipta; dan bukanlah hanya setelah tercipta sesuatu yang baru, Tuhan bernama Sang Pencipta (makhluk yg samasekali baru dari nol). BagiNya sebutan Rabb (Tuhan, Lord, Pemilik/Pengurus semesta) walaupun tanpa marbub (objek Rabb, makhluk yang di-Tuhan-i, dikuasai/dimiliki/diurusi). Bingung ndak? Sulit nerjemahinnya. Dan bagiNya sebutan Kholiq (Pencipta) walaupun tanpa makhluk. Dan sebagaimana Tuhan itu berhak disebut Maha Menghidupkan yang mati setelah maupun sebelum Dia menghidupkan, begitu pula Dia berhak disebut Sang Pencipta sekalipun ketika sebelum para makhluk diciptakanNya. *mudah-mudahana bisa dimengerti..

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: