Egie'sWorlD

You Make Me Perfect

Mencoba kembali

Udah lama gw ga nyoret-nyoret di blog gw yang kelihatannya udah usang. Bukan karena kesibukan atau malas untuk mengurusnya tetapi emang karena gw terkadang stuck aja mau nulis apa. Hingga proses penulisan blog ini pun gw juga enggak tau apa yang akan gw tulis..

Baiklah, mungkin sebagai langkah awal gw akan cerita sedikit tentang apa yang gw lihat saat gw sama istri gw nyari sepeda buat anak gw yang akan berulang tahun beberapa hari yang lalu.

Begini ceritanya,  ……..
Sore hari, di sebuah toko sepeda sekitaran Keramat Jati,  gw dan istri gw lagi nyari nyari sepeda roda tiga untuk anak gw yg akan berulang tahun yang pertama. Selang gak berapa lama, sepeda yang cocok ketemu dan siap dipasang gw iseng iseng nunggu di depan toko. Di saat menunggu sepeda yg sedang dipasang oleh para tukangnya gw  memperhatikan seorang kakek yg juga sedang ingin membeli sarung jok untuk sepedanya. Si kakek nampaknya suka dengan sarung jok sepeda itu namun masih kurang cocok dengan harga yang dipatok penjualnya.Terjadilah tawar menawar antara si kakek dengan pemilik toko. Umumnya tawar menawar adalah hal yang lumrah dalam transaksi jual beli. Namun dalam peristiwa ini ada hal yang enggak biasa dan aneh menurut gua serata menggelitik hati gw saat si kakek dengan halusnya berkata “di toko yang seberang sana itu mahal banget. Parah! Masa’ ditawar harga segitu ga mau. Udah gitu, ga ramah banget lagi orangnya”.. Gw yang emang sengaja mendengar  jadi agak tersentak dan berpikir koq bisa ya ada orang demi mendapat harga yang pas dengan kantongnya tapi membumbui omongannya dengan menjelek2kan orang lain? Yang bikin gw tambah kesel adalah dia seorang kakek, udah sepuh, tetapi omongannya kok ga bijak banget. Demi mendapatkan harga yang dia mau dia menjelek2kan toko sebelah dengan harapan agar pemilik toko yang sedang diajak bertransaksi mau menerima tawaran harga yg dia minta. Menurut gw itu hal yang memalukan karena bukankah itu sama saja seperti menjatuhkan orang lain demi keuntungan pribadi? Hingga gw jadi teringat penggalan kalimat yang kalu tidak salah bunyinya “menjadi tua itu pasti, tapi jadi bijaksana itu pilihan”

Dan hingga sepeda buat anak gw selesai dipasang si pemilik toko belum mau juga melepas barang dengan harga yang seperti kakek itu mau. Sepertinya, hingga gw pulang, pemilik toko itu ga terpengaruh akan trik trik yang dilancarkan si kakek itu. Hehe.. macam pejabat aja tuh kakek, lobi lobi busuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: