Egie'sWorlD

You Make Me Perfect

Berkaca pada kaum buruh

Sering kita melihat atau mendengar aksi demo para buruh yang menuntut akan nasib mereka. Coretan gw ini bukan tentang perjuangan atau platform mereka. Tulisan gw ini hanya sekedar ungkapan dan perasaan gw yang gw tuangkan melalui blog ini tentang apa apa yang gw lihat saat mereka berunjuk rasa.

Sebagai orang yg beraktifitas di Kementrans sering kali gw melihat aksi demo para buruh di depan gerbang gedung Kementrans.. dari berbagai organisasi buruh gedung Kementrans kerap menjadi aksi “curhat” dan komplain mereka terhadap sistem pengupahan yang mereka anggap murah dan sangat tidak manusiawi bagi mereka. Gw bukan menyoroti atau ngasih pendapat tentang perjuangan mereka terhadap sistem yg tidak adil, gw ga komoeten untuk komentari soal itu, tetapi aksi aksi mereka saat berdemo yg suka bikin gw haru dan tertawa.

Kemarin, Rabu, 26-11-2014 sekitar jam 16.00 WIB, datang beberapa kelompok kesatuan buruh ( maaf nama ga disebut ) yang datang ke gedung Kementrans… beberapa jam sebelumnya pihak Kementrans memang sudah tahu bhwa akan ada aksi hari Rabu kemarin. Makanya dari pagi nampak puluhan aparat satuan Pengamanan kepolisian usah standby dari pagi di gedung kementrans.

Beberapa pimpinan kelompok buruh itu kemudian berorasi di atas mobil komando yg menghadap pagar Gedung Kementrans yang sudah ditutup rapat oleh pihak keamanan. Gw ga memperhatikan apa isi orasi mereka. Yang gw perhatikan adalah di sela sela orasi, mereka asik bernyanyi dan berjoget diiringi lagu lagu populer… yg gw lihat dan gw tangkap adalah, disaat himpitan hidup dan tuntutan akan kebutuhan yang kian meningkat, dampak dari naiknya harga BBM bersubsidi, mereka masih bisa menghibur diri. Mereka masih sanggup untuk tertawa dan tersenyum lepas bersama kawan kawannya.

Mereka masih bisa berpikir optimis, walau beban kian menekan paska kenaikan BBM. melihat itu gw merasa iri. kenapa? gw ga bisa tersenyum lepas kala himpitan beban menekan? Kenapa gw ga bisa relax saat ada persoalan? Bahkan, kawan dekat gw pun bilang “macam orang sa’ berak” (seperti orang susah BAB) kl gw lagi ada masalah atau persoalan yang menggangu. Gw sendiri ga tau kenapa bisa begitu. Padahal gw dulunya santai…. easy going tapi sekarang hal itu udah ilang….

Kembali ke aksi para buruh. Gw melihat walaupun beban hidup mereka lebih berat dari beban yg gw pikul tp dari sorot mata mereka ada secercah harapan bahwa kelak hidup mereka pasti lebih baik. Dari tawa mereka dan senyum mereka serta perjuangan mereka gw yakin kelak perjuangan mereka pasti tercapai. Sementara gw di sini seperti orang yg sudah ga mempunyai harapan.

Walau tak benar benar mati, cuma redup,  gw akan berusaha agar harapan atau mimpi mimpi gw jangan sampai padam.

“Senja di warung amigos bersama segelas kopi dan rokok kretek. Jakarta, Kamis, 27-11-2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: